jump to navigation

Format Politik Negara July 11, 2011

Posted by 09410135 in : Uncategorized , add a comment

Salam Demokrasi!!!!

Oleh: Hendra Yudhanto

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata “Poilitik”? Banyak orang merasa alergi ketika membicarakan politik namun tidak dipungkiri banyak juga orang yang senang membicarakan mengenai politik. Apakah Politik hanya di punyai oleh peguasa atau pejabat saja? Ataukah politik sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari?

Sejak proklamasi 17 Agustus 1945 Indonesia adalah temasuk dalam negara berkembang, hingga sekarang 66 tahun berlalu Indonesia tetap menjadi negara berkembang. Kemajuan perkembangan dalam segi ekonomi, sosial, budaya dll sangatlah lambat, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Indonesia adalah negara kaya akan sumber daya alam dan berlimpahnya sumber daya manusia, dengan hanya modal itu seharusnya Indonesia sudah dapat tampil sebagai salah satu negara maju di dunia. Salah satu dari sekian banyak faktor penyebab keterlambatan kemajuan Indonesia adalah dari segi pemerintah yang belum dapat mengambil kebijakan yang dapat menguntungkan negara ini dan rakyatnya. Kebijakannya yang di ambil pemerintah lebih bersifat mementingkan dirinya dan golongannya. Ironi dan miris memang.

Faktor kebijakan negara sangat penting peranya dalam kemajuan suatu negara. Selain itu, bebagai persoalan hidup kita sehari-hari, seperti semakin tingginya biaya pendidikan dan kesehatan, semakin langkanya lapangan pekerjaan, upah dan perlindungan buruh yang rendah, perampasan dan penggusuran tanah rakyat, serta seribu satu macam persoalan lainnya tidak terlepas dari apa yang kita sebut dengan politik.

Dengan demikian, adalah penting bagi kita (khususnya para mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda dan calon-calon pemimpin masa depan) untuk mengkaji format politik negara dan sebagai tindak lanjut dari kajian-kajian semacam ini, yaitu berupa aksi-aksi langsung perjuangan politik demi kepentingan rakyat Indonesia seluruhnya.
Lalu apa itu “format politik negara” ? lanjut bacanya gan..

Pengertian

Format, berasal dari bahasa Inggris form secara literal dapat kita artikan bentuk, gambaran ataupun sistem. Sedangkan Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Politik bukan hanya milik pejabat pemerintahan di sana, politikpun bisa dalam bentuk nonkonstituisional, misalnya dalam sebuah organisasi mahasiswa, seorang mahasiswa ingin menjadi ketua dalam organisasi tersebut lalu mahasiswa tersebut menyogok para anggota organisasi dengan mentraktir mereka makan di burjo dengan harapan mereka yang di traktir akan memilihnya sebagai ketua organisasi tersebut, politik mahasiswa tersebut adalah dengan mentraktir makan anggota di burjo, dan banyak bentuk politik lainnya dari hal besar hingga hal kecil sekalipun, secara tidak sadar dalam kehidupan sehari-hari pun kita berpolitik.

Ringkasnya, politik adalah kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kekuasaan, bagaimana cara memperoleh kekuasaan, bagaimana mengelola kekuasaan, bagaimana mempertahankan kekuasaan, dan untuk apa tujuan kekuasaan itu.
Dengan demikian, format politik secara sederhana berarti sistem atau bentuk kekuasaan.

Bentuk-bentuk Politik

A. Oligarki

Oligarki (Bahasa Yunani: Oligarkhía) adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh kelompok elit kecil dari masyarakat, baik dibedakan menurut kekayaan, keluarga, atau militer.

B. Demokrasi

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan). Istilah ini berasal dari bahasa Yunani (demokratia) “kekuasaan rakyat”, yang dibentuk dari kata (demos) “rakyat” dan (Kratos) “kekuasaan”

Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Begitulah pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi, yang diketahui oleh hampir semua orang.

Ø Demokrasi Pancasila

Demokrasi pancasila adalah paham demokrasi yg bersumber pada kepribadian dan filsafat hidup bangsa Indonesia, dan sumber ajarannya adalah Pancasila. Sistem ini menjaga keseimbangan antar konflik & konsensus, mendasari pembentukan identitas bersama. Hal ini menyebabkan berbagai bentuk pelaksanaan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, & bernegara harus berdasarkan Pancasila.

Ø Demokrasi liberal

Demokrasi liberal adalah sistem politik yang melindungi secara konstitusional hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah. Dalam demokrasi liberal, keputusan-keputusan mayoritas (dari proses perwakilan atau langsung) diberlakukan pada sebagian besar bidang-bidang kebijakan pemerintah yang tunduk pada pembatasan-pembatasan agar keputusan pemerintah tidak melanggar kemerdekaan dan hak-hak individu seperti tercantum dalam konstitusi.

C. Monarki

Monarki berasal dari bahasa Yunani monos yang berarti satu, dan archein yang berarti pemerintah. Monarki merupakan sejenis pemerintahan yang dipimpin oleh seorang penguasa monarki. Monarki atau sistem pemerintahan kerajaan adalah sistem tertua di dunia.

Monarki mutlak atau monarki absolut merupakan bentuk monarki yang berprinsip seorang raja mempunyai kuasa penuh untuk memerintah negaranya. Berbeda dengan sistem monarki konstitusional, perdana menteri dalam kerajaan monarki mutlak hanya memainkan peranan simbolis.

Subyek Politik

A. Manusia

Manusia diberi kemampuan berfikir dengan akalnya manusia bisa mempertahankan hidupnya. Maka dari itu, timbullah suatu cara agar manusia dapat memenuhi keinginannya dan bisa bersaing mengalahkan orang lain yang dinamakan dengan politik. Ciri manusia sebagai makhluk politik dapat kita lihat bahwa dalam kehidupan manusia selalu ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya. Sebagai makhluk politik manusia selalu membutuhkan orang lain dan memiliki strategi dalam mempertahankan kehidupannya.

Alat-alat Politik

A. Negara

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.

Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.

B. Organisasi

Organisasi (Yunani organon yang berarti alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

***

Sekian penjelasan singkat tentang format politik negara, seperti halnya pisau, jika pisau di gunakan untuk hal yang benar maka pisau tersebut akan sangat bermanfaat bagi orang yang memakainya dan orang lain namun sebaliknya jika pisau di gunakan untuk hal yang buruk, maka pisau adalah alat yang paling efektif untuk melukai bahkan membunuh seseorang, begitu juga halnya dengan politik, jika politik di gunakan atau berada di tangan yang benar, politik dapat menjadi alat paling baik untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat dan jika berada di tangan atau di gunakan dengan salah maka politik menjadi hal yang paling indah untuk mencekik dan mesengsarakan rakyat.

Salam Demokrasi!!! (angkat dan kepalkan tangan kiri dengan semangat)

Mahasiswa Berwirausaha kenapa tidak? April 4, 2011

Posted by 09410135 in : Lomba artikel blog uii, Uncategorized , 1 comment so far

Artikel ini diikut sertakan dalam lomba artikel blog UII dengan tema “Masiswa berwirausaha :menjadi tujuan atau sekedar sambilam?” Universitas Islam Indonesia.

Mahasiswa Berwirausaha kenapa tidak?

oleh : Hendra Yudhanto

Paradigma yang salah

Sedari kecil kita di didik bahwa mengenyam pendidikan hanya untuk jalan menjadi orang yang sukses mendapatkan pekerjaan yang layak dan hidup sejahtera, untuk mendapat semua itu kita di tuntut harus mendapatkan nilai sesempurna mungkin. Paradigma seperti itu masih menjadi paham yang kebanyakan di anut mahasiswa, sehingga ketika mereka ingin melakukan kegiatan di luar kuliah mereka berpikir hanya akan menghambat kuliah dan akan dapat melupakan tujuan utama kuliah untuk mendapatkan ilmu dan nilai sebesar besarnya.

Sebenarnya esensi dari kuliah itu apa sih? Apakah hanya mendapatkan ilmu yang di ajarkan di kelas, mendapat nilai yang bagus dan lulus dengan hasil yang memuaskan. Aku pikir tidak sesempit itu. Mendapatkan ilmu apakah hanya di dapatkan di kelas? Ketika kita dapat berpikir lebih luas lagi mendapatkan ilmu itu dimanapun bisa kita lakukan, selain dari kegiatan kuliah kita bisa mendapatkan ilmu dari kegiatan di luar kuliah seperti dengan berorganisasi atau berwirausaha.

Berwirausaha jika kita cerna dengan baik bukan hanya kegiatan menambah uang jajan saja, berwirausaha merupakan bentuk pendidikan langsung yang baik untuk menunjang kegiatan perkuliahan kita dan bahkan untuk menunjang ilmu kita ketika kita sudah lulus dan memasuki dunia kerja sebenarnya, karna kita secara tidak langsung melakukan praktek akademis, memperluas jaringan, mengasah kemandirian dan mengasah mental agar menjadi lebih kuat. Jadi mulai sekarang rubah paradigma kalian dimana kegiatan di luar akademis hanya akan menggangu kuliah dan berdampak pada nilai yang menurun, walau dengan ip tinggi belum tentu kita bisa mendapatkan pekerjaan layak ketika kita tidak memiliki pengalaman, kemandirian dan mental yang kuat.

Manajemen waktu

Pernahkah terpikirkan orang tua kita yang membiayai kita mahal-mahal kuliah hanya untuk mendapatkan nilai yang memuaskan? Aku pikir tidak hanya itu tujuan orang tua kita membiayai kita kuliah. Selain mendapatkan nilai yang memuaskan pasti orang tua mengharapkan anaknya untuk berkembang menjadi pribadi yang dewasa, mandiri dan mampu bersaing di dunia luar. Ilmu seperti itu yang tidak dapat kita dapat di kegiatan perkuliahan, sebagai mahasiswa kita harus pintar pintar mendapatkan ilmu di manapun kita berada.

Berwirausaha adalah salah satu kegiatan yang baik untuk mendapatkan pembelajaran membentuk pribadi menjadi lebih baik dan tentu saja mendapatkan tambahan uang jajan. Ketika mahasiswa sudah menentukan berwirausaha sebagai tujuan utamanya ataupun sebagai sambilan maka kunci agar keduanya tetap bisa berjalan adalah manajemen waktu.

Menjadikan wirausaha tujuan utama karena keinginan atau karena ia harus membiayai kuliahnya sendiri bukanlah suatu masalah ketika kita pintar memilah waktu kerja dan kuliah sebaik mungkin, agar tidak bertabarakan dan berusaha memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia di situlah pembelajaran yang paling penting untuk kehidupan kita. Tujuan utama berwirausaha dan tetap menjalani kewajiban sebagai mahasiswa dengan baik merupakan kemenangan tersendiri di dalam hidup namun, ketika kita sudah tidak dapat membagi waktu dengan baik mungkin menjadikan wirausaha sebagai sambilan merupakan jalan alternatif, tetapi aku pikir jika seorang berusaha dengan bersungguh sunguh tidak akan ada yang tidak mungkin.

Mahasiswa berwirausaha menurutku adalah pilihan yang baik karena banyak keuntungan yang dapat di ambil selain mendapatkan keuntungan berupa materi juga mendapat pembelajaran untuk membentuk pribadi yang lebih hebat. Berwirausaha sebagai tujuan utama atau sambilan keduannya merupakan pilihan yang baik ketika mahasiswa tersebut dapat membagi waktu sebaik mungkin. Menurutku selama kuliah hanya untuk mengejar nilai tinggi saja hanyalah membuang waktu, banyak sekali waktu yang terbuang ketika tujuan kita hanya mendapat nilai tinggi. Waktu 24 jam tidak akan habis jika di gunakan untuk melakukan kegiatan lain lagi di luar kegiatan akademis. Rubah paradigma kita, mendapatkan ilmu bukan hanya di kelas namun dapat di lakukan di manapun. Dunia sudah tidak membutuhkan orang yang hanya ber-ip tinggi namun lebih membutuhkan orang yang berjiwa kreatif, mandiri, dan bermental kuat untuk dapat bersaing dalam kehidupan yang semakin keras.

Download document here

Download PDF here

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer